(021) 82678146 yayasankhi@gmail.com

Blog Update Kegiatan Yayasan 

Tebar Qurban Tebar Kebahagiaan

Tebar Qurban Tebar Kebahagiaan

Tebar Qurban, Tebar Kebahagiaan 🐂🐑🐄🐏 AssalamualaikumWarohmatullahWabarokatuh بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمPemerhati Yatim Piatu yang di Rahmati AllahPrime Time untuk melaksanakan ibadah bukan hanya dibulan Ramadhan tetapi salahsatu prime...

read more
Meraih Keberkahan

Meraih Keberkahan

Assalamu'alaikum wa Rohmatullohi wa Barokaatuh… Alhamdulillahirobbil'alamiinJazzakumullah ahsanu jaza-Jazakumullah khoiron katsiiroon.Kami ucapkan terima kasih sekali kepada seluruh donatur Yayasan Khomsatun Hasanah Indonesia Dengan menggali makna keberkahan & tetap...

read more
SANTUNAN PEKANAN

SANTUNAN PEKANAN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Sahabat surgaku penyayang yatim yang di Muliakan Allah… Alhamdulillah…Rutinitas Kegiatan pekanan Do'a Istighosah bersama adik2 yatim & pemberian uang saku sekolahKamis malam Jum'at gl 04 Juni Ba’da maghrib berjalan dengan...

read more

PENGERTIAN ANAK YATIM DAN KEDUDUKANNYA DALAM ISLAM

Siapakah yang dimaksud dengan anak yatim? Apakah perbedaan antara anak yatim dan anak piatu? Lalu bagaimana dengan anak yatim-piatu?

Secara bahasa “yatim” berasal dari bahasa arab. Dari fi’il madli “yatama” mudlori’ “yaitamu” dab mashdar ” yatmu” yang berarti : sedih. Atau bermakana : sendiri.

Adapun menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa, berdasarkan sebuah hadits yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim, Ibnu Abbas menjawab:

وكتبت تسألنى عن اليتيم متى ينقطع عنه اسم اليتم ، وإنه لا ينقطع عنه اسم اليتم حتى يبلغ ويؤنس منه رشد

( رواه مسلم )

Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa

Sedangkan kata piatu bukan berasal dari bahasa arab, kata ini dalam bahasa Indonesia dinisbatkan kepada anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, dan anak yatim-piatu : anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.

 

(( أرأيت الذي يكذب بالدين ، فذلك الذي يدع اليتيم ، ولا يحض على طعام المسكين ))

“Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin “

{QS. Al-ma’un : 1-3}

Orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan kepada fakir miskin, dicap sebagai pendusta Agama yang ancamannya berupa api neraka

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman :

(( فأما اليتيم فلا تقهر ، وأما السا ئـل فلا تنهر ))

“Maka terhadap anak yatim maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap pengemis janganlah menghardik”.{QS. Ad-Dhuha : 9 – 10 )

Sedangkan hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang keutamaan mengurus anak yatim diantaranya sabda beliau :

أنا وكافل اليتيم فى الجنة هكذا وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئا

(رواه البخاري ، كتاب الطلاق ، باب اللعان )

Aku dan pengasuh anak yatim berada di Surga seperti ini, Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah-nya dan beliau sedikit  merengganggangkan kedua jarinya